Teknologi Bionik

Teknologi Bionik


Quote:

Agan-agan pernah denger Teknologi Bionik ?
Agan-agan pernah nonton film Six Million Dollar Man ?
Yap film itu merupakan salah satu film fiksi tentang teknologi bionik yang terinspirasi dari teknologi yang diperkenalkan pertama kali oleh
Jack E. Steele dari Aeronautics Division House di Wright-Patterson Air Force Base, Dayton, Ohio, pada tahun 1958. Jack terinspirasi dari bahasa Yunani (bion atau dilafalkan “be on” yang artinya hidup, dan -ic yang berarti “seperti”. Jadi, jika dipadukan menjadi
seperti hidup”). Secara etimologi, bionik didapat dari perpaduan dua kata. “Bio” dari biologi, dan “nik” dari elektronik.
Dalam istilah medis, bionik berarti penggantian atau peningkatan organ tubuh dengan versi mekanis.

Mengesankan emang mengenai teknologi yang satu ini, baik itu dari segi teknologi maupun aplikasi. Sekarang-pun udah banyak berbagai macam hal mengenai bionik, seperti robot bionik. Robot bionik biasanya digunakan sebagai pengganti fungsi fisiologis dari suatu organ atau bagian tubuh manusia dengan komponen elektronik/elektromekanis.
Quote:

Manusia Bionik





Banyak manusia di bumi ini yang telah merasakan menjadi manusia setengah robot. Mereka yang tertimpa musibah seperti kecelakaan maupun bencana lainnya, mempunyai cacat fisik yang telah merenggut fungsi dari anggota tubuh mereka.
Terciptalah teknologi robot untuk menggantikan fungsi anggota tubuh manusia yang hilang. Sehingga bisa disebut menjadi manusia Bionik bagi yang telah menggunakannya. Para ilmuan di London Inggris berhasil menciptakan retina mata elektronik sebagai pengganti retina mata yang rusak. Implan retina elektronik atau mata bionik ciptaan ilmuan MIT ini dapat membantu orang-orang cacat mata untuk melihat dengan lebih baik.
Meskipun rekayasa ini belum sesempurna mata asli manusia, namun dengan menggantikan fungsi sel-sel retina, robot bionik ini dapat membantu memberikan tingkat visi dasar bagi mereka yang menderita retinitis pigmentosa, penyebab utama kebutaan. Selama 20 tahun, ilmuwan MIT berupaya menyempurnakan mata bionik ini dalam Proyek Boston Retina Implant agar setara dengan retina asli. Pada percobaan terhadap beberapa pasien yang buta didapatkan hasil mereka seperti melihat awan ketika chip menerima rangsangan.

Robot Teman


Nippon Institute of Technology, bekerjasama dengan Harada Design, ZMP dan ZNUG Design kini tengah mengembangkan robot lain, yakni robot yang mampu menggantikan fungsi manusia. Robot humanoid ini diberi nama E-Nuvo. E-Nuvo mempu berinteraksi dengan murid-murid SD atau SMP. Robot ini didesain memiliki tinggi 126 cm, menyerupai manusia, memiliki dua buah kaki dan tangan serta kepala dengan total berat 15 kilogram. Sumber energi robot berasal dari baterai Lithium Ion. Untuk bisa berinteraksi, robot dilengkapi kamera, pengukur kecepatan, gyro sensor, sensor deteksi penghalang, sensor jarak, dan sensor piezoelectric. Robot ini dikembangkan oleh Microsoft Robotika Developer Studio.

Spoiler for Video:


Robot Burung Smart Bird


Festo sang pembuat berhasil untuk pertama kalinya dalam menciptakan sebuah adaptasi teknis energi efisien model dari alam yaitu burung camar ikan haring ke dalam Robot Burung. Robot jenis ini sangat menyerupai burung asli, begitupun juga dengan gerakannya yang terbang seperti burung asli pada umumnya, model burung inipun memiliki kualitas aerodinamis yang sangat baik dan kelincahan ekstrem seperti burung yang normal.
Terbuat dari material carbon fiber dan elektronik kontrol dengan berat hanya 0.4 kilogram dan berfungsi untuk menyampaikan informasi penerbangan ke komputer yang melacaknya. Dengan sistem GPS yang ultra-ringan, baterai yang kuat dan kamera presisi tinggi dan mikrofon.


Quote:
Seiring dengan kemajuan teknologi bionik yg pesat, kini para ilmuwan sudah dapat mereplikasi atau memperbaiki sejumlah organ dan bagian tubuh dari yang sudah pernah dilakukan sebelumnya. Berikut adalah daftar sepuluh teknologi bionik 2009 versi Livescience :


1. Mata Bionik



Mata bionik ini membantu fungsi retina yang rusak dengan mekanisme yang cukup rumit. Segala informasi visual yang terekam oleh sebuah kamera mini di mata bionik, diproses menjadi sinyal elektronik dan dikirimkan pada implan elektroda. Menurut Dr. John Pezaris dari Universitas Harvard, Cambridge, mata bionik akan bekerja lebih baik pada tunanetra yang sebelumnya tidak buta .

2. Protein Tulang Jitu


Sejak 1960, para peneliti telah mengetahui sebuah protein yang mampu memperbaiki jaringan tulang yang rusak. Namun sayang, teknologi tersebut tidak bekerja sempurna. Terkadang, tumbuh jaringan tulang yang salah atau bahkan tumbuh tulang pada bagian yang seharusnya tidak tumbuh. Pada 2005, ilmuwan asal University of California, Los Angeles, (UCLA) menggunakan protein UCB-1 yang dapat menstimulus pertumbuhan tulang pada jaringan yang tepat .

3. Pankreas Portabel


Menurut Aaron Kowalski, kepala proyek riset di the Juvenile Diabetes Research Foundation, pankreas buatan yang mampu memonitor gula darah dan kadar insulin dalam tubuh seseorang akan dilempar ke pasar dalam waktu dekat. Ia mengatakan alat ini mengombinasikan dua teknologi, yaitu pompa insulin dan monitor glukosa berkelanjutan .


4. Lidah Super Sensitif


Profesor komputer dan mesin elektrik asal Universitas Texas di Austin, Texas, Dean Neikirk, menciptakan lidah elektronik yang dapat menganalisis cairan dan menentukan kandungan kimianya secara tepat. Lidah ini menggunakan mikrosphere, semacam sensor mini yang berubah warna jika terekspos pada target spesifik, seperti berbagai jenis gula. Tetapi alat ini cuma bisa merasakan rasa "enak" secara kimiawi .

5. Tangan Bionik


Pasien amputasi pada bagian tangan kini boleh merasa sedikit lega. Pasalnya, Dr. Todd Kuiken dari Institut Rehabilitasi Chicago berhasil membuat tangan mekanik yang berfungsi hampir sama dengan tangan sungguhan. Tangan ini tersambung ke otak oleh sejumlah saraf motorik buatan. Jika sang pemakai ingin menggerakkan tangannya, saraf-saraf yang seharusnya mengirim sinyal pada tangan sungguhan beralih menuju tangan mekanik 
Sumber: Kaskus.us

Penulis : Farsa Randitama ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Teknologi Bionik ini dipublish oleh Farsa Randitama pada hari Rabu, 25 Juli 2012. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan Teknologi Bionik
 

0 komentar:

Poskan Komentar